Hakekat Hidup
SABAR-TAWAKAL-IKHLAS
Penulis ; Machrus Budinoer
“Sabar Tawakal dan Ikhlas merupakan hakekat dari
hidupnya jiwa manusia yang sudah terisi Ruh Ilahiyah”.
Manusia adalah makhluk yang
tidak bisa hidup sendiri, tapi membutuhkan bantuan dari orang lain agar dapat
mencukupi dan mengatur kehidupannya, telah ditetapkan kepada manusia bahwa
sebagai makhluk yang memerlukan bantuan dan pertolongan, maka seharusnya
manusia lebih mengedepankan kebijaksanaan dalam bersikap dan berperilaku kepada
sesama manusia. Itu merupakan dasar dari hidup yang seharusnya ditanamkan dalam
kepribadian kita.
Pada kehidupan sehari-hari
manusia tidak bisa lepas dari peraturan dan norma kehidupan yang berlaku di
masyarakat, sehingga dalam mensikapinya diperlukan kepribadian yang
terbuka yaitu terbuka dengan keadaan
dirinya, baik keadaan yang baik maupun keadaan yang kurang baik menurut hati
dan perasaan, sesuai dengan judul dari tulisan ini yaitu Sabar Tawakal Ikhlas,
kita akan mulai membahasnya. Sabar Tawakal dan Ikhlas merupakan bahasa atau
perkataan yang biasa diucapkan dan disampaikan serta sering kali kita
mendengarnya, biasanya disampaikan kepada pribadi kita maupun kepada orang yang
sedang mengalami keadaan hidup yang kurang mengenakkan, hal ini biasa terucap
dari orang yang simpati dan mengetahui keadaan dari sesamanya ketika sedang
menghadapi suatu permasalahan, agar orang tersebut lebih kuat dan selalu
bersyukur dengan apa yang telah ditetapkan oleh Tuhan YME kepada dirinya.
Tapi pertanyaannya adalah
apakah hakekat dari Sabar Tawakal dan Ikhlas tersebut? bagaimana keadaan
manusia saat menerima itu, bagaimana keadaan pribadi kita, dari mana sifat
tersebut dan bagaimana kita bisa melakukannya?.
Mungkin banyak orang yang
menganggap pertanyaan itu hanya mengada-ada saja, tapi pada kenyataannya sabar
tawakal dan ikhlas merupakan kunci perjalanan manusia agar dapat bertahan dalam
menghadapi ujian dan tantangan hidup, juga untuk kebutuhan manusia dalam
hubungannya dengan Tuhan YME, jadi begitu pentingnya ketiga hal tersebut,
karena tanpa itu semua maka apa yang kita kerjakan dan lakukan tidaklah
memberikan hasil apapun. Tapi kebanyakan dari kita, itu
hanya merupakan ungkapan bahasa sehari-hari dan tidak memberikan dampak apapun
bagi pribadi manusia itu sendiri, dalam prakteknya kesabaran ketawakalan dan
keikhlasan itu hanya sebagai sikap ketidakberdayaan akal dan hati dari manusia
untuk dapat melakukan tindakan untuk melawan keadaan tersebut, sehingga pada
akhirnya kita berlaku seperti sikap sabar dalam menerima itu semua.
Demikianlah sikap yang
dilakukan oleh kebanyakan manusia sekarang ini yang hanya mengedepankan
kata-kata dan memaksakan diri untuk mengikuti kemauan dari akal dan hatinya,
sehingga dalam mensikapi permasalahan hidup hanyalah ungkapan kebohongan
dirinya saja.
Ini sudah sering terjadi di
kehidupan sehari-hari, bagaimana sikap dari manusia sekarang ini dalam
menghadapi hidup yang dijalaninya, kita sering melihat dan mendengar banyak
sekali manusia melakukan tindakan yang sangat bertentangan dengan susila, hanya
karena permasalahan yang tidak dapat diselesaikan sehingga melakukan segala hal
walaupun tindakannya tersebut melanggar norma-norma yang ada, tanpa melihat
bahwa apa yang dilakukan merupakan suatu tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
Mungkin saja permasalahan yang dihadapi sudah berlangsung lama dan tidak tahu
bagaimana menyelesaikan dan menerima saja dengan sikap yang seakan-akan adalah
suatu kesabaran ketawakalan dan keikhlasan, namun kebohongan dari pribadi yang
demikian pada akhirnya akan terbuka dengan sendirinya, bahwa apa yang dilakukan
itu belum sampai pada hakekatnya, sehingga menyebabkan manusia tersebut
melakukan tindakan yang tidak semestinya, lalu apa yang salah dari sikap kita
selama ini dalam memaknai dan memahami arti dari hal tersebut?.
Komentar
Posting Komentar